Pengamatan Hilal Muharram 1448 H/2026 M
Sebagai institusi pendidikan dan penelitian di bidang astronomi, Observatorium Bosscha – Institut Teknologi Bandung melaksanakan pengamatan bulan sabit muda hampir setiap bulan. Setiap tahunnya, Observatorium Bosscha menjadi salah satu rujukan untuk penetapan awal bulan Hijriah, termasuk Muharram, bagi Kementerian Agama Republik Indonesia dan masyarakat umum. Pada tahun 2026, Observatorium Bosscha menyampaikan informasi astronomis terkait peralihan bulan Dzulhijjah 1447 H menuju bulan Muharram 1448 H, serta rencana pelaksanaan pengamatan bulan muda untuk kepentingan penelitian visibilitas hilal.
Pengamatan 15 Juni 2026
Berdasarkan hasil perhitungan posisi Bulan terhadap Matahari pada tanggal 15 Juni 2026 yang bertepatan dengan 29 Dzulhijjah 1447 H, posisi Bulan berada sangat dekat dengan Matahari di langit barat saat Matahari terbenam. Parameter geometri Bulan menunjukkan bahwa elongasi geosentrik (jarak sudut Bulan terhadap Matahari dilihat dari pusat Bumi) di wilayah Indonesia berkisar antara sekitar 5,6° hingga 6,9°, dari wilayah timur hingga barat (Gambar 1. Peta elongasi geosentrik Bulan dan Matahari saat Matahari terbenam pada Senin, 15 Juni 2026). Sementara itu, elongasi toposentrik (jarak sudut Bulan terhadap Matahari dari sudut pandang pengamat di permukaan Bumi) berada pada kisaran sekitar 5,2° hingga 5,1° (Gambar 2. Peta elongasi toposentrik Bulan dan Matahari saat Matahari terbenam pada Senin, 15 Juni 2026).
Ketinggian Bulan saat Matahari terbenam juga sangat rendah. Peta ketinggian Bulan menunjukkan bahwa ketinggian hilal di Indonesia berkisar antara 0,5° hingga 3,8° di atas ufuk di wilayah Indonesia bagian barat (Gambar 3. Peta Ketinggian Bulan saat Matahari terbenam pada Senin, 15 Juni 2026.). Kondisi ini menandakan bahwa Bulan berada dekat dengan Matahari di langit barat dan berada pada ketinggian rendah di atas ufuk. Secara astronomis, kondisi tersebut menunjukkan bahwa hilal berada pada batas yang menantang untuk diamati, sehingga keberhasilan pengamatan akan sangat dipengaruhi oleh kondisi atmosfer, transparansi langit, serta pengalaman dan metode pengamatan yang digunakan.
Untuk mendokumentasikan kondisi visibilitas hilal tersebut, tim Observatorium Bosscha akan melaksanakan pengamatan menggunakan teleskop dan instrumen pencitraan di Observatorium Bosscha, Lembang. Selain itu, Observatorium Bosscha juga akan melakukan pengamatan di Kupang, Nusa Tenggara Timur. Kegiatan pengamatan ini juga merupakan bagian dari penelitian jangka panjang Observatorium Bosscha mengenai visibilitas hilal yang bertujuan untuk memperkaya basis data pengamatan bulan sabit muda di wilayah Indonesia.
Penentuan awal bulan Muharram
Di Indonesia, pihak yang berwenang menentukan awal bulan Hijriah yang penting, termasuk Syawal, adalah Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Agama Republik Indonesia. Tugas Observatorium Bosscha adalah menyampaikan hasil perhitungan, pengamatan, dan penelitian tentang hilal kepada unit pemerintah yang berwenang, jika diperlukan, sebagai masukan untuk pengambilan keputusan.
Koordinat: 6° 49' 50" LS, 107° 37' 00" BT; waktu (UT +7 jam); ketinggian: 1310 mdpl
Senin 15 Juni 2026
| Konjungsi | 15 Juni 2026, pukul 09:54:10 WIB | ||
| Matahari terbenam | 17:41:50 WIB | ||
| Bulan terbenam | 17:55:21 WIB | ||
| Selisih waktu terbenam Matahari-Bulan | 00 jam 13 menit | ||
| Usia Bulan saat Matahari terbenam | 07 jam 47 menit | ||
| Elongasi Bulan (geosentrik) | 06° 28’ 28,2'' | ||
| Elongasi Bulan (toposentrik) | 05° 55’ 39,8'' | ||
| Iluminasi (persentase kecerahan Bulan) | 0,24% | ||
| Tinggi Bulan | +01° 59′ 07,1″ | ||
| Ketinggian relatif terhadap Matahari | +02° 49′ 06,9″ | ||
| Azimuth Matahari | 293° 23′ 19,4″ | ||
| Azimuth Bulan | 298° 36′ 15,3″ |