Seabad Astronomi Modern Indonesia

Observatorium Bosscha yang diresmikan pada tanggal 1 Januari 1923 atas prakarsa K. A. R. Bosscha bersama Nederlandsch-Indische Sterrenkundige Vereeniging adalah observatorium astronomi modern pertama di Asia Tenggara. Dengan itu sains astronomi di Bumi Nusantara memulai kontribusi internasional pada pengembangan astrofisika dalam topik bintang, Tata Surya, dan galaksi. Observatorium Bosscha menjadi bagian dari Institut Teknologi Bandung sejak 1951.

Simposium 2023

Temukan Lebih Banyak
Layer

Program Unggulan

Berita Terkini

Aktivitas Selasa, 1 September 2026

Guru SMA di Bandung Raya Eksplorasi Optik dan Gelombang Elektromagnetik melalui Astronomi di Observatorium Bosscha

Sebanyak 28 guru dari berbagai sekolah di Bandung Raya mengikuti Workshop Guru Eksplorasi Optik dan Gelombang Elektromagnetik yang diselenggarakan oleh Observatorium Bosscha pada Sabtu, 29 Agustus 2026. Melalui kegiatan yang didominasi praktik hands-on, para guru diajak mengeksplorasi konsep optik dan gelombang elektromagnetik sekaligus melihat penerapannya dalam astronomi.

Rilis Pers Senin, 15 Juni 2026

Pengamatan Hilal Muharram 1448 H/2026 M

Sebagai institusi pendidikan dan penelitian di bidang astronomi, Observatorium Bosscha – Institut Teknologi Bandung melaksanakan pengamatan bulan sabit muda hampir setiap bulan. Setiap tahunnya, Observatorium Bosscha menjadi salah satu rujukan untuk penetapan awal bulan Hijriah, termasuk Muharram, bagi Kementerian Agama Republik Indonesia dan masyarakat umum. Pada tahun 2026, Observatorium Bosscha menyampaikan informasi astronomis terkait peralihan bulan Dzulhijjah 1447 H menuju bulan Muharram 1448 H, serta rencana pelaksanaan pengamatan bulan muda untuk kepentingan penelitian visibilitas hilal.

Publikasi Terkini

Ke Atas