Seabad Astronomi Modern Indonesia

Observatorium Bosscha yang diresmikan pada tanggal 1 Januari 1923 atas prakarsa K. A. R. Bosscha bersama Nederlandsch-Indische Sterrenkundige Vereeniging adalah observatorium astronomi modern pertama di Asia Tenggara. Dengan itu sains astronomi di Bumi Nusantara memulai kontribusi internasional pada pengembangan astrofisika dalam topik bintang, Tata Surya, dan galaksi. Observatorium Bosscha menjadi bagian dari Institut Teknologi Bandung sejak 1951.

Simposium 2023

Temukan Lebih Banyak
Layer

Program Unggulan

Berita Terkini

Aktivitas Sabtu, 11 April 2026

Pelatihan Astronomy Outreach untuk Mahasiswa

Observatorium Bosscha menyelenggarakan Pelatihan Mahasiswa Tim Pengabdian Masyarakat 2026 pada 10–11 April 2026. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 40 peserta yang terdiri dari mahasiswa sebagai calon fasilitator program edukasi publik serta staf observatorium. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bagian dari persiapan penguatan program komunikasi dan edukasi astronomi kepada masyarakat.

Aktivitas Rabu, 1 April 2026

Workshop Persiapan Pengamatan Okultasi Strenua 2026: “Tiny Shadow, Big Science”

Observatorium Bosscha menyelenggarakan Workshop Pengamatan Okultasi Asteroid pada Rabu, 1 April 2026, di Wisma Kerkhoven. Kegiatan ini menjadi langkah lanjutan dari rangkaian kampanye pengamatan Asteroid Strenua 2026 di Indonesia. Melalui workshop ini, peserta disiapkan untuk memahami cara merencanakan, melakukan, dan mengolah data pengamatan asteroid menjadi informasi yang bermanfaat. Seluruh kegiatan diselenggarakan secara gratis sebagai upaya untuk mendorong keterlibatan komunitas astronomi Indonesia dan publik dalam kegiatan sains astronomi.

Rilis Pers Senin, 16 Maret 2026

Pengamatan Hilal Syawal 1447 H/2026 M

Sebagai institusi pendidikan dan penelitian di bidang astronomi, Observatorium Bosscha – Institut Teknologi Bandung melaksanakan pengamatan bulan sabit muda hampir setiap bulan. Setiap tahunnya, Observatorium Bosscha menjadi salah satu rujukan untuk penetapan awal bulan Hijriah, termasuk Syawal, bagi Kementerian Agama Republik Indonesia dan masyarakat umum. Pada tahun 2026, Observatorium Bosscha menyampaikan informasi astronomis terkait peralihan bulan Ramadan menuju bulan Syawal 1447 H, serta rencana pelaksanaan pengamatan bulan muda untuk kepentingan penelitian visibilitas hilal.

Publikasi Terkini

Ke Atas