Seabad Astronomi Modern Indonesia

Observatorium Bosscha yang diresmikan pada tanggal 1 Januari 1923 atas prakarsa K. A. R. Bosscha bersama Nederlandsch-Indische Sterrenkundige Vereeniging adalah observatorium astronomi modern pertama di Asia Tenggara. Dengan itu sains astronomi di Bumi Nusantara memulai kontribusi internasional pada pengembangan astrofisika dalam topik bintang, Tata Surya, dan galaksi. Observatorium Bosscha menjadi bagian dari Institut Teknologi Bandung sejak 1951.

Simposium 2023

Temukan Lebih Banyak
Layer

Program Unggulan

Berita Terkini

Kolokium Pengamatan Asteroid Strenua 2026

Observatorium Bosscha akan menyelenggarakan kolokium astronomi bertajuk 'Menuju Pengamatan Okultasi Asteroid 26 April 2026: Potensi dan Peluang Kolaborasi' pada hari Sabtu, 14 Maret 2026 pukul 09.00–11.00 WIB. Kegiatan ini sekaligus menjadi peluncuran program Kampanye Pengamatan Okultasi Asteroid Strenua di Indonesia 2026, sebuah inisiatif untuk mengajak komunitas astronomi di Indonesia berpartisipasi dalam pengamatan fenomena langit yang langka dan bernilai ilmiah.

Rilis Pers Kamis, 12 Februari 2026

Pengamatan Hilal Ramadhan 1447 H/2026 M

Sebagai institusi pendidikan dan penelitian di bidang astronomi, Observatorium Bosscha – Institut Teknologi Bandung melaksanakan pengamatan bulan sabit muda pada hampir setiap bulan. Setiap tahunnya, Observatorium Bosscha menjadi salah satu rujukan untuk penetapan awal bulan Hijriah, termasuk Ramadhan, bagi Kementerian Agama Republik Indonesia dan masyarakat umum. Pada tahun 2026, Observatorium Bosscha menyampaikan informasi astronomis terkait peralihan bulan Syaban menuju bulan Ramadhan 1447 H, serta rencana pelaksanaan pengamatan Bulan muda untuk kepentingan penelitian visibilitas hilal.

Aktivitas Sabtu, 22 November 2025

Open House Observatorium Bosscha 2025

Observatorium Bosscha ITB kembali membuka pintu bagi publik melalui kegiatan Open House 2025 yang diselenggarakan pada Sabtu, 22 November 2025. Mengusung tema “Menata Cahaya, Menjaga Bumi”, kegiatan ini menjadi puncak dari rangkaian diseminasi sains yang didukung oleh Program In-Saintek dari Kemdiktisaintek. Open House tahun ini dirancang untuk memperluas jangkauan edukasi, memperkuat literasi masyarakat mengenai astronomi dan lingkungan malam, sekaligus menunjukkan pentingnya kolaborasi dalam menjaga keberlanjutan Observatorium Bosscha sebagai pusat riset dan cagar budaya.

Publikasi Terkini

Ke Atas