Seabad Astronomi Modern Indonesia

Observatorium Bosscha yang diresmikan pada tanggal 1 Januari 1923 atas prakarsa K. A. R. Bosscha bersama Nederlandsch-Indische Sterrenkundige Vereeniging adalah observatorium astronomi modern pertama di Asia Tenggara. Dengan itu sains astronomi di Bumi Nusantara memulai kontribusi internasional pada pengembangan astrofisika dalam topik bintang, Tata Surya, dan galaksi. Observatorium Bosscha menjadi bagian dari Institut Teknologi Bandung sejak 1951.

Simposium 2023

Temukan Lebih Banyak
Layer

Program Unggulan

Berita Terkini

Rilis Pers Senin, 15 Juni 2026

Pengamatan Hilal Muharram 1448 H/2026 M

Sebagai institusi pendidikan dan penelitian di bidang astronomi, Observatorium Bosscha – Institut Teknologi Bandung melaksanakan pengamatan bulan sabit muda hampir setiap bulan. Setiap tahunnya, Observatorium Bosscha menjadi salah satu rujukan untuk penetapan awal bulan Hijriah, termasuk Muharram, bagi Kementerian Agama Republik Indonesia dan masyarakat umum. Pada tahun 2026, Observatorium Bosscha menyampaikan informasi astronomis terkait peralihan bulan Dzulhijjah 1447 H menuju bulan Muharram 1448 H, serta rencana pelaksanaan pengamatan bulan muda untuk kepentingan penelitian visibilitas hilal.

Rilis Pers Selasa, 21 April 2026

Indonesia Gelar Kampanye Nasional Pengamatan Okultasi Asteroid Strenua : 44 Titik Siap Amati Okultasi

Observatorium Bosscha menginisiasi kampanye nasional pengamatan fenomena langit langka, okultasi asteroid (1201) Strenua, yang akan berlangsung pada 26 April 2026. Kampanye ini melibatkan 44 titik pengamatan dari 34 institusi, komunitas, dan kontributor individu di seluruh Indonesia, menjadikannya salah satu kolaborasi pengamatan astronomi berbasis publik terbesar di Indonesia.

Aktivitas Jumat, 17 April 2026

Kuliah Umum Okultasi Asteroid Strenua 'Tiny Shadow, Big Science'

Observatorium Bosscha berkolaborasi dengan Universitas Nusa Cendana (Undana) akan menyelenggarakan kuliah umum astronomi bertajuk “Tiny Shadow, Big Science: Menjelajah fenomena kecil yang berdampak besar dalam dunia sains & teknologi” pada hari Jumat, 17 Aprlil 2026 pukul 09.00–11.00 WIB. Kuliah umum ini merupakan rangkaian dari Kampanye Pengamatan Okultasi Asteroid Strenua yang akan terjadi pada 26 April 2026. Observatorium Bosscha telah mengajak beberapa pecinta dan komunitas astronomi di Indonesia berpartisipasi dalam pengamatan fenomena langit yang langka ini. Hingga kini, telah terdaftar 33 kontributor pengamatan yang tersebar di 43 titik lokasi pengamatan.

Publikasi Terkini

Ke Atas