Guru SMA di Bandung Raya Eksplorasi Optik dan Gelombang Elektromagnetik melalui Astronomi di Observatorium Bosscha
Sebanyak 28 guru dari berbagai sekolah di Bandung Raya mengikuti Workshop Guru Eksplorasi Optik dan Gelombang Elektromagnetik yang diselenggarakan oleh Observatorium Bosscha pada Sabtu, 29 Agustus 2026. Melalui kegiatan yang didominasi praktik hands-on, para guru diajak mengeksplorasi konsep optik dan gelombang elektromagnetik sekaligus melihat penerapannya dalam astronomi.
Para peserta merupakan guru mata pelajaran Fisika serta pembina Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) atau science club sekolah yang telah mengikuti proses pendaftaran dan seleksi sesuai dengan kriteria kegiatan. Mereka berasal dari berbagai sekolah di wilayah Bandung Raya, mulai dari sekolah yang berada di sekitar Observatorium Bosscha seperti SMA Negeri 1 Lembang dan SMAS Islam Musyawarah Lembang, hingga sekolah di wilayah Bandung, Batujajar, Cimahi, dan Kabupaten Sumedang.
Menghubungkan Konsep Fisika dengan Astronomi
Optik dan gelombang elektromagnetik merupakan bagian penting dalam astronomi. Cahaya yang datang dari objek-objek langit membawa informasi yang dapat digunakan astronom untuk mempelajari berbagai karakteristik benda langit. Berbagai instrumen astronomi juga memanfaatkan prinsip-prinsip optik dan gelombang elektromagnetik untuk mengumpulkan dan menganalisis cahaya.
Melalui workshop ini, para guru diajak melihat konsep-konsep yang selama ini dipelajari dalam pembelajaran Fisika dari perspektif yang lebih luas. Astronomi digunakan sebagai konteks untuk memperlihatkan bagaimana konsep optik dan gelombang elektromagnetik diterapkan dalam pengamatan dan penelitian astronomi.
Kegiatan tidak berhenti pada pemaparan materi. Eksplorasi melalui aktivitas hands-on menjadi bagian utama workshop. Para peserta bekerja dalam kelompok dan menyelesaikan tiga modul aktivitas yang dirancang untuk mengeksplorasi konsep fisika melalui fenomena dan penerapan astronomi.
Tiga Eksperimen, Tiga Cara Melihat Cahaya
Pada modul pertama, “Mengukur Diameter Matahari dengan Metode Proyeksi Menggunakan Teleskop”, peserta menggunakan prinsip proyeksi untuk mengukur diameter Matahari. Aktivitas ini mengajak guru untuk melihat secara langsung bagaimana konsep optik dapat digunakan untuk memperoleh informasi tentang objek astronomi.
Modul kedua, “Pembuktian Hukum Kuadrat Terbalik Intensitas Cahaya dalam Astronomi”, mengajak peserta mengeksplorasi hubungan antara intensitas cahaya dan jarak sumber cahaya. Melalui pengukuran dan analisis data, peserta dapat melihat bagaimana suatu konsep fisika dapat diuji secara eksperimental dan digunakan untuk memahami fenomena astronomi.
Sementara itu, pada modul ketiga, “Menganalisis Spektrum Berbagai Jenis Lampu dengan Spektrograf Sederhana”, peserta mengamati spektrum berbagai sumber cahaya menggunakan spektrograf sederhana. Aktivitas ini memperkenalkan bagaimana spektrum cahaya dapat memberikan informasi mengenai karakteristik sumber cahaya, sekaligus menjadi pintu masuk untuk memahami bagaimana astronom memanfaatkan spektrum untuk mempelajari objek-objek langit.
Ketiga aktivitas tersebut memberikan pengalaman kepada peserta untuk mengamati, melakukan pengukuran, mengolah hasil, dan menarik kesimpulan. Pendekatan ini juga diharapkan dapat memberikan inspirasi bagi guru untuk menghadirkan pembelajaran Fisika yang lebih kontekstual dan eksploratif di sekolah.
Memperkuat Pembelajaran Sains melalui Astronomi
Workshop Guru “Eksplorasi Optik dan Gelombang” merupakan bagian dari pelaksanaan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PPMI) FMIPA ITB Tahun 2026. Program ini mencakup pengembangan modul aktivitas hands-on dan workshop optika astronomi untuk siswa dan guru SMA. Salah satu pendekatannya adalah mengembangkan aktivitas yang relevan dengan kurikulum SMA, menarik bagi siswa, serta memberikan kesempatan kepada guru untuk memperkaya praktik pembelajaran dalam konteks astronomi.
Melalui kegiatan ini, Observatorium Bosscha berupaya menjadikan astronomi bukan hanya sebagai objek pengetahuan tentang alam semesta, tetapi juga sebagai ruang untuk mengeksplorasi konsep-konsep sains secara langsung.
Bagi para guru, pengalaman mengukur, mengamati, dan menganalisis dalam workshop diharapkan dapat menjadi bekal sekaligus inspirasi untuk membawa pengalaman serupa ke ruang kelas dan kegiatan sains di sekolah.