Workshop Persiapan Pengamatan Okultasi Strenua 2026: “Tiny Shadow, Big Science”

Rabu, 1 April 2026

Observatorium Bosscha menyelenggarakan Workshop Pengamatan Okultasi Asteroid pada Rabu, 1 April 2026, di Wisma Kerkhoven. Kegiatan ini menjadi langkah lanjutan dari rangkaian kampanye pengamatan Asteroid Strenua 2026 di Indonesia. Melalui workshop ini, peserta disiapkan untuk memahami cara merencanakan, melakukan, dan mengolah data pengamatan asteroid menjadi informasi yang bermanfaat. Seluruh kegiatan diselenggarakan secara gratis sebagai upaya untuk mendorong keterlibatan komunitas astronomi Indonesia dan publik dalam kegiatan sains astronomi.

Gambar 1. Foto bersama para peserta luring dan daring Workshop Persiapan Pengamatan Okultasi Stenua 2026 di depan Wisma Kerkhoven, Observatorium Bosscha.

Pendaftaran workshop dibuka untuk umum pada 14–28 Maret 2026 melalui situs Observatorium Bosscha, disertai undangan khusus bagi institusi, komunitas, dan pengamat individu potensial. Peserta workshop hadir sebagai calon kontributor pengamatan yang akan mengamati di lokasi masing-masing sekaligus hadir untuk menyamakan kesiapan teknis dengan membawa peralatan pengamatan.

Workshop dilaksanakan melalui format daring dan luring dengan 18 peserta yang hadir secara luring dan 21 peserta yang mengikuti secara daring. Peserta tidak hanya diperkenalkan pada konteks ilmiah dari fenomena tersebut, tetapi juga dibekali pemahaman praktis tentang bagaimana melakukan pengamatan dengan baik. Materi yang disampaikan mencakup cara memahami peristiwa yang akan diamati, memilih dan menggabungkan peralatan yang dimiliki, menyusun strategi pengamatan, hingga menggunakan perangkat lunak untuk merekam dan mengolah hasil pengamatan.

**Gambar 2.** Penyampaian materi terkait instrumen penyelarasan waktu.
Gambar 2. Penyampaian materi terkait instrumen penyelarasan waktu.
**Gambar 3.** Sesi diskusi dengan partisipasi aktif peserta luring dan daring.
Gambar 3. Sesi diskusi dengan partisipasi aktif peserta luring dan daring.
**Gambar 4.** Sesi hands-on pengolahan data didampingi oleh fasilitator.
Gambar 4. Sesi hands-on pengolahan data didampingi oleh fasilitator.
**Gambar 5.** Peserta berbagi pengalaman dan bertanya langsung untuk memperdalam kesiapan teknis pengamatan.
Gambar 5. Peserta berbagi pengalaman dan bertanya langsung untuk memperdalam kesiapan teknis pengamatan.

Sesi praktik malam yang semula direncanakan di lapangan terpaksa dibatalkan karena hujan. Namun, kegiatan tetap berjalan melalui diskusi interaktif, dengan beberapa peserta daring di lokasi cerah berbagi tampilan pengamatan bintang HIP 35933 yang akan ditutupi oleh asteroid Strenua pada 26 April 2026 yang akan datang. Sesi ini juga dimanfaatkan untuk mencoba pengaturan perangkat masing-masing, didampingi fasilitator. Peserta berdiskusi dan saling bertukar pengalaman untuk mendapatkan hasil pengamatan yang optimal.

Sebagai tindak lanjut, para peserta berkomitmen untuk mempraktikkan kembali materi di lokasi masing-masing sekaligus menetapkan titik pengamatan. Hingga 10 April, telah terdaftar 40 titik pengamatan dengan 30 kontributor di berbagai wilayah Indonesia. Untuk mendukung persiapan tersebut, Observatorium Bosscha terus memperbarui konten panduan pengamatan di laman resminya sesuai kebutuhan peserta. Diharapkan para kontributor dapat melakukan pengamatan secara optimal sekaligus memperkuat kolaborasi dalam kegiatan ilmiah.

2 menit untuk membaca
Bagikan laman ini:
Ke Atas