1923-2023

Seabad Astronomi Modern Indonesia

Observatorium Bosscha yang diresmikan pada tanggal 1 Januari 1923 atas prakarsa K. A. R. Bosscha bersama Nederlandsch-Indische Sterrenkundige Vereeniging adalah observatorium astronomi modern pertama di Asia Tenggara. Dengan itu sains astronomi di Bumi Nusantara memulai kontribusi internasional pada pengembangan astrofisika dalam topik bintang, Tata Surya, dan galaksi. Observatorium Bosscha menjadi bagian dari Institut Teknologi Bandung sejak 1951.

Temukan Lebih Banyak
Layer
Layer
Layer
Layer
Layer
Layer

Program Unggulan

Berita Terkini

Aktivitas Jumat, 27 Mei 2022

Pelaksanaan Seminar Astronomi “Perlukah Bergabung dengan VLBI Global Observing System (VGOS)”

Astronomi memiliki banyak sekali peluang untuk dapat dikolaborasikan dengan beragam keilmuan lain. Salah satunya adalah kolaborasi antara astronomi radio dengan geodesi yang dapat tercapai melalui proyek VGOS (VLBI Global Observing System). Berkaitan dengan hal ini, Observatorium Bosscha menyelenggarakan seminar yang bertajuk “Perlukah Bergabung dengan VLBI Global Observing System?” dan diisi oleh Prof. Dr. Taufiq Hidayat.

Aktivitas Jumat, 20 Mei 2022

Pengamatan Konjungsi Mars dan Saturnus, Venus dan Jupiter

Pada bulan April dan Mei 2022, langit malam dihiasi oleh parade planet-planet yang dapat diamati langsung dengan mata telanjang. Tidak hanya muncul sebagai penghias langit, planet pun tampak berada pada posisi yang istimewa di langit. Salah satu fenomenanya dikenal sebagai konjungsi, yaitu saat dua objek berada pada jarak terdekatnya di langit. Peristiwa konjungsi Mars dan Saturnus teramati pada 5 April 2022. Konjungsi lainnya adalah Jupiter dan Venus pada 1 Mei 2022. Dengan adanya dua fenomena ini, Observatorium Bosscha menyiarkan secara langsung fenomena konjungsi tersebut melalui kanal YouTube. Staf peneliti Yatny Yulianty dan Muhammad Yusuf mengajak pemirsa untuk ikut menikmati pemandangan planet-planet melalui teleskop yang berada di Observatorium Bosscha.

Aktivitas Jumat, 20 Mei 2022

Rangkaian Pengamatan Hilal Ramadhan dan Syawal 1443H

Menjelang Ramadhan dan Syawal 1443 H/2022 M, Observatorium Bosscha melakukan pengamatan bulan sabit muda sebagai penanda bergantinya bulan Hijriyah atau yang sering dikenal sebagai hilal. Pengamatan bulan sabit muda ini tidak hanya diamati pada bulan tertentu saja, melainkan pada hampir setiap bulan. Pengamatan ditujukan untuk meneliti ambang batas visibilitas sabit bulan yang dapat dideteksi instrumen pengamatan. Selain itu, pengamatan pun ditujukan untuk mengambil data metode rukyatul hilal, terutama sebagai masukan pemerintah terkait dalam penentuan dimulainya bulan Ramadhan dan Syawal.

Publikasi Terkini

Ke Atas