Seabad Astronomi Modern Indonesia

Observatorium Bosscha yang diresmikan pada tanggal 1 Januari 1923 atas prakarsa K. A. R. Bosscha bersama Nederlandsch-Indische Sterrenkundige Vereeniging adalah observatorium astronomi modern pertama di Asia Tenggara. Dengan itu sains astronomi di Bumi Nusantara memulai kontribusi internasional pada pengembangan astrofisika dalam topik bintang, Tata Surya, dan galaksi. Observatorium Bosscha menjadi bagian dari Institut Teknologi Bandung sejak 1951.

Simposium 2023

Temukan Lebih Banyak
Layer

Program Unggulan

Berita Terkini

Rilis Pers Selasa, 21 April 2026

Indonesia Gelar Kampanye Nasional Pengamatan Okultasi Asteroid Strenua : 44 Titik Siap Amati Okultasi

Observatorium Bosscha menginisiasi kampanye nasional pengamatan fenomena langit langka, okultasi asteroid (1201) Strenua, yang akan berlangsung pada 26 April 2026. Kampanye ini melibatkan 44 titik pengamatan dari 34 institusi, komunitas, dan kontributor individu di seluruh Indonesia, menjadikannya salah satu kolaborasi pengamatan astronomi berbasis publik terbesar di Indonesia.

Aktivitas Jumat, 17 April 2026

Kuliah Umum Okultasi Asteroid Strenua 'Tiny Shadow, Big Science'

Observatorium Bosscha berkolaborasi dengan Universitas Nusa Cendana (Undana) akan menyelenggarakan kuliah umum astronomi bertajuk “Tiny Shadow, Big Science: Menjelajah fenomena kecil yang berdampak besar dalam dunia sains & teknologi” pada hari Jumat, 17 Aprlil 2026 pukul 09.00–11.00 WIB. Kuliah umum ini merupakan rangkaian dari Kampanye Pengamatan Okultasi Asteroid Strenua yang akan terjadi pada 26 April 2026. Observatorium Bosscha telah mengajak beberapa pecinta dan komunitas astronomi di Indonesia berpartisipasi dalam pengamatan fenomena langit yang langka ini. Hingga kini, telah terdaftar 33 kontributor pengamatan yang tersebar di 43 titik lokasi pengamatan.

Aktivitas Sabtu, 11 April 2026

Pelatihan Astronomy Outreach untuk Mahasiswa

Observatorium Bosscha menyelenggarakan Pelatihan Mahasiswa Tim Pengabdian Masyarakat 2026 pada 10–11 April 2026. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 40 peserta yang terdiri dari mahasiswa sebagai calon fasilitator program edukasi publik serta staf observatorium. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bagian dari persiapan penguatan program komunikasi dan edukasi astronomi kepada masyarakat.

Publikasi Terkini

Ke Atas