workshop

Crash Course on Python for Scientific Computing

Dunia Astronomi saat ini semakin berkembang dengan adanya fasilitas-fasilitas baru di seluruh dunia. Produk dari fasilitas-fasilitas ini adalah data, sehingga terjadi peningkatan data, baik secara kuantitas maupun ukuran. Hal ini menjadikan Astronomi sebagai salah satu ilmu dasar yang punya komitmen meleburkan berbagai disiplin ilmu, salah satunya adalah komputasi. Bahasa pemrograman sudah menjadi sesuatu yang wajib ada, digunakan, dan dikenalkan sejak dini ke komunitas Astronomi. Observatorium Bosscha, sebagai salah satu institusi penelitian Astronomi di Indonesia, memulai langkah kecil dengan mengadakan pelatihan singkat (crash course) Python kepada staf peneliti, dosen, dan mahasiswa.

90 Tahun Teleskop Refraktor Ganda Zeiss Observatorium Bosscha

Pada tanggal 7 Juni 1928 Pimpinan (NISV), K.A.R. Bosscha secara resmi menyerahkan fasilitas pengamatan astronomi terbesar dan termodern di Asia berupa Teleskop Refractor Ganda buatan Zeiss kepada Nederlandsch Indische Sterrenkundige Vereeniging untuk dimanfaatkan bagi kepentingan pemajuan sains, terutama sains astronomi, dan untuk mengangkat peran ilmuwan di Nusantara. Penyerahan tersebut disaksikan oleh Gubernur Jenderal Pemerintah Hindia Belanda, A.C.D. de Graeff. Selanjutnya Direktur pertama Observatorium Bosscha, Dr. J.G.E.G. Voute menjalankan program pengamatan yang segera menempatkan kontribusi Observatorium Bosscha pada peta perkembangan sains astronomi dunia.