Astro Day in Schools

Tahun 2019 merupakan tahun ke-100 berdirinya IAU (International Astronomical Union) atau Persatuan Astronomi Internasional. Dalam rangka merayakan 100 tahun lompatan besar yang terjadi dan pencapaian dalam perkembangan ilmu pengetahuan astronomi untuk dunia, IAU menggalang berbagai program yang dapat dikerjakan oleh seluruh komunitas astronomi, baik professional maupun para pencinta dan penggiat astronomi untuk masyarakat dunia.

Salah satu proyek inisiatif global IAU adalah “Astronomy Day in Schools” atau Hari Astronomi di Sekolah dengan visi memobilisasi komunitas astronomi untuk mengatur kegiatan di sekolah. Ini adalah kesempatan khusus bagi siswa untuk berinteraksi dan terlibat langsung dengan para astronom di komunitas mereka, dan untuk belajar tentang peran penting astronomi dalam kehidupan kita.

Astronom, baik amatir atau profesional di seluruh dunia diundang untuk berpartisipasi dalam kampanye global ini. IAU100 mendorong kunjungan sekolah yang berlangsung selama satu pekan 10-17 November 2019. Selama pekan ini, 10 November ditandai sebagai Hari Sains Dunia untuk Perdamaian dan Pembangunan serta fenomena transit Merkurius juga berlangsung pada 11 November (dapat dinikmati di sebagai wilayah di dunia), yang menawarkan peluang penjangkauan bagi para astronom yang berkunjung.

Hari Astronomi di Sekolah oleh Observatorium Bosscha

Sebagai institusi yang menjadi rumah para astronom, Observatorium Bosscha tidak lepas dalam peran pendidikan astronomi dan sains untuk publik. Pada kesempatan ini, para tim astronom Observatorium Bosscha melakukan kunjungan ke SD Pancasila dan SD Merdeka Lembang yang dilaksanakan pada tanggal 12 dan 14 November 2019 di sekolah masing-masing.

Pada kunjungan ini, beberapa aktivitas dilaksanakan bersama dengan siswa dan guru sekolah masing-masing. Aktivitas-aktivitas yang dilaksanakan bertujuan untuk memperkenalkan astronomi sebagai sains melalui kegiatan yang menyenangkan, baik aktivitas pengamatan Matahari maupun aktivitas pengenalan astronomi di dalam kelas.

Melalui kegiatan pengamatan Matahari, kami berusaha meningkatkan perhatian dan kesadaran anak-anak akan kejadian alam disekitar mereka dan menjadikan aktivitas ini sebagai latihan dalam membangun pola pikir saintifik sedari dini dengan memberikan pengalaman langsung. Terlihat anak-anak dan para guru sangat bergembira dan menikmati sesi pengamatan Matahari menggunakan beberapa instrumen. Tidak jarang muncul pertanyaan-pertanyaan lanjut tentang Matahari.

Para siswa diajak untuk melakukan pengamatan Matahari dengan aman, diantaranya menggunakan teknik proyeksi dan kacamata Matahari.

Antusiasme siswa dapat dilihat dari antrian panjang untuk mendapat giliran mengamat menggunakan teleskop.

Setelah bersama-sama melaksanakan sesi pengamatan Matahari, para astronom dan siswa kelas 5 berkumpul di kelas untuk melakukan kegiatan lain. Para astronom melakukan presentasi singkat pengenalan astronomi kepada siswa yang berisikan materi Bumi, sebagai planet rumah kita dan sebagai salah satu anggota Tata Surya. Para siswa diajak mengenal lebih dekat tentang Bumi, karakteristik fisik dan fenomena yang terjadi di Bumi dengan bantuan bola Bumi (earthball).

Pertanyaan-pertanyaan seperti posisi Bumi di dalam sistem Tata Surya, ukuran Bumi dibandingkan dengan planet-planet lain di Tata Surya dan Matahari serta skala jarak antara Bumi-Matahari, Bumi-Bulan serta planet-planet di Tata Surya diperkenalkan dengan melibatkan langsung peran siswa menggunakan alat bantu ajar yang sederhana. Partisipasi para siswa ditingkatkan dengan mengajak langsung memperagakan gerak orbit dan konfigurasi gerhana matahari dan gerhana bulan yang terjadi di sistem Bumi-Bulan-Matahari.

Mengenalkan fitur dan karakteristik Bumi mulai dari ukuran, gerak rotasi, revolusi Bumi dengan alat bantu earthball

Beberapa siswa memperagakan bagaimana fenomena gerhana terjadi.

Siswa kelas 5 SD Merdeka memperlihatkan kepada teman sekelasnya, bagaimana ukuran Bumi dan planet-planet lainnya dibandingkan dengan Matahari.

Para siswa diundang untuk menjawab pertanyaan tentang bentuk Bumi dan konfigurasi gerhana pada sistem Bumi-Bulan-Matahari

Tidak lupa para siswa diajak untuk melihat Bumi secara utuh, peran dan posisi Bumi bagi makhluk yang tinggal didalamnya, serta diajak melihat Bumi dari kejauhan di luar angkasa. Para siswa diundang untuk melihat dan meresapi arti Bumi bagi mereka.

Perbandingan Gambar Bumi diambil dari permukaan Bulan, dari jarak 384.000 km oleh kru misi Apollo 8 pada 24 Desember 1968 dengan gambar Bumi dipotret oleh wahana Eksplorasi Mars Spirit pada 9Maret 2004. Bumi, dari Mars berjarak sekitar 54,6 juta km

Beberapa respon yang muncul dari para siswa setelah melihat gambar Bumi yang diambil dari orbit Bulan dan wahana luar angkasa Curiosity dari Planet Mars. Apa yang mereka rasakan mengetahui bagaimana posisi Bumi dilihat secara utuh di alam semesta. Tidak sedikit juga yang merasakan perasaan bangga dan takjub

Setelah acara berakhir, para siswa berfoto bersama dengan astronom dari Observatorium Bosscha.

Berikut adalah galeri kegiatan Astro Day in Schools oleh Observatorium Bosscha.

SD Pancasila, Lembang, 12 November 2019

(Kredit foto: Agus Triono P.J.)

SD Merdeka, Lembang, 14 November 2019

(Kredit foto: Irfan Imaduddin)

Avatar
Observatorium Bosscha
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam