Okultasi

Kurva cahaya okultasi Mu Sgr oleh Bulan, diamati dari Observatorium Bosscha. Separasi sudut yang diperoleh dari pengamatan ini adalah 9,5 +/- 5,6 milidetik busur.

Peristiwa okultasi merupakan peristiwa tertutupnya sebuah obyek langit oleh obyek langit lain yang ukuran sudutnya (ukuran tampak dari Bumi) lebih besar dari obyek yang ditutupi. Contohnya adalah okultasi sebuah bintang oleh Bulan, ataupun sebuah bintang oleh asteroid. Akibat proses ini, maka akan ada perubahan cahaya obyek yang tertutupi seiring waktu, biasanya menjadi meredup, atau bahkan hilang sepenuhnya. Perubahan cahaya ini berlangsung singkat (biasanya dalam orde detik) sehingga diperlukan suatu cara untuk bisa merekam peristiwa ini dalam resolusi temporal yang tinggi.

Beberapa alasan kenapa penelitian okultasi ini menarik adalah: pertama, resolusi sudut yang dihasilkan bisa mencapai milidetik busur atau milli arcseconds (mas = 1/1000 detik busur) (catatan: 1° = 3600 detik busur) sehingga sangat baik digunakan untuk mencari pasangan obyek (misalnya pasangan bintang ganda) yang separasi sudutnya kecil, yang biasanya hanya bisa dilakukan dengan teknik interferometri. Kedua, teknik observasinya tangguh terhadap polusi cahaya dan secara praktis bisa dilakukan di manapun selama obyeknya masih terlihat. Ketiga, diameter teleskop yang diperlukan tidak harus besar, sehingga baik untuk dijadikan sebagai program pengamatan teleskop-teleskop kecil. Keempat, karena peristiwa okultasi ini berlangsung hanya pada waktu tertentu saja, maka efisiensi waktu teleskop (telescope time) akan lebih besar, karena bisa dipadukan dengan program pengamatan lain.

Observatorium Bosscha melakukan pengamatan okultasi sejak tahun 2011 dan mendapatkan beberapa hasil, di antaranya adalah deteksi pasangan bintang Mu Sgr$^1$, okultasi Saturnus oleh Bulan, serta deteksi pasangan bintang Delta Sco.

Pada akhir tahun 2020, Observatorium Bosscha mencanangkan ‘Project BEACON’ atau Bosscha Eclipse and Occultation Observation, yang didedikasikan khusus untuk pengamatan okultasi dan gerhana, serta berencana berpartisipasi dalam pengamatan transit dan okultasi bersama antara satelit-satelit galilean Jupiter di tahun 2021 atau proyek PHEMU212.

Peneliti Utama: Agus Triono P. J., M.Si.

  • agustriono.pj(at)gmail.com

Referensi:

  1. Jatmiko, A. T. P., Puannandra, G. P., Hapsari, R. D., Putri, R. A., Arifin, Z. M., Haans, G. K., dan Hadiputrawan, I. P. W., 2014. Lunar occultation observation of μ Sgr: A progress report. AIP Conference Proceedings, 1589, 53.

  2. Observational campaign of the mutual phenomena of Jupiter’s satellites. https://www.imcce.fr/recherche/campagnes-observations/phemus/phemu, diakses pada 24 September 2021.