Program Pengamatan Virtual Langit Malam 2021

Selamat datang di halaman Pengamatan Virtual Langit Malam 2021. Mari bergabung bersama kami dalam menjelajahi langit malam, mengamati objek-objek langit melalui salah satu teleskop di Observatorium Bosscha dan mengupas topik-topik astronomi menarik. Episode-episode yang akan datang akan diumumkan di sini dan di media sosial sebelum kegiatan tersebut dilaksanakan. Anda juga dapat menonton kembali episode yang telah dilaksanakan pada kanal YouTube kami. Terima kasih telah menonton! Salam langit gelap, salam langit untuk semua.

Bagaimana menyaksikan PVLM 2021?

  • Dengan mendaftar Anda akan mendapatkan pemberitahuan melalui email berisikan informasi tautan kegiatan. Lakukan pendaftaran pada tautan berikut .
  • Kegiatan akan dilakukan melalui platform Slido. Dengan meng-klik tautan pertemuan akan akan diarahkan membuka web browser (Google Chrome atau Firefox). Pengguna telepon pintar dapat mengunduh aplikasi melalui Google Play Store atau App Store .
  • Seluruh kegiatan dan interaksi akan dilakukan dalam satu halaman web.

Pendaftaran

Arsip PVLM 2021

Pilih Watch this video on YouTube jika ada pesan kesalahan dalam memutar video.

Episode 01 - Kabar Terkini Astronomi
Episode 02 - Gerhana Bulan Total 26 Mei 2021
Episode 03 - Galaksi Bima Sakti dari Masa ke Masa

Astronomi sebagai cabang sains murni mendapat banyak bantuan dari teknologi dalam usaha memahami alam semesta. Meskipun begitu, tidak jarang lompatan teknologi terjadi karena dipicu oleh kebutuhan astronomi. $\ldots$ Dua tahun belakangan ini kita melihat ada banyak peristiwa menarik terkait penemuan, peristiwa astronomi, dan usaha eksplorasi astronomi. Mengawali musim baru PVLM, pada episode perdana ini penonton akan diajak melihat capaian astronomi di tahun 2020 dan 2021. Kita kembali menengok apa yang terjadi dengan meredupnya bintang Betelgeuse, arti hadiah Nobel Fisika 2020 bagi Astrofisika, penemuan magnetar, babak baru eksplorasi Planet Mars, dan foto terbaru lubang hitam M87. Narasumber akan mengajak penonton menguak sains dan teknologi apa saja yang terlibat serta rencana dan harapan apa yang ada di depan termasuk peluangnya bagi astronomi Indonesia.

Pada 26 Mei 2021, masyarakat di seluruh Indonesia akan berkesempatan untuk mengamati fenomena Gerhana Bulan Total (GBT). Di wilayah Bandung dan sekitarnya, gerhana akan dimulai pada pukul 15:48 WIB $\ldots$dan akan masuk menuju fase totalitas pada pukul 18:19 WIB saat Bulan baru terbit di Timur. Kita dapat menyaksikan proses gerhana hingga selesai pada pukul 20:50 WIB. Pada PVLM episode kedua tahun 2021 ini, kami akan mengajak masyarakat Indonesia melihat bagaimana proses gerhana Bulan diamati melalui teleskop di Observatorium Bosscha. Silakan klik tautan berikut untuk informasi lebih lanjut tentang fenomena Gerhana Bulan Total.

Sebagai galaksi rumah tempat kita berada, tidak mengherankan bila Bima Sakti merupakan galaksi yang paling banyak dipelajari secara mendalam detail. Dimulai dengan usaha pemetaan oleh Herschel di abad ke-18 dan penelusuran $\ldots$ ukuran galaksi dengan studi gugus bola oleh Shapley di awal abad ke-12, kini, teknologi pengamatan mengijinkan untuk mendapatkan sensus posisi, gerak, warna, dan sifat bintang-bintang dengan ketelitian yang tinggi. Misi GAIA yang merupakan kolaborasi dari negara-negara Eropa telah berhasil menghasilkan pengukuran 1,5 miliar bintang di galaksi kita, hampir 1% dari jumlah bintang yang diperkirakan mengisi galaksi kita. Jumlah dan tingkat presisi pengukuran ini memberikan gambaran yang lebih baik akan bentuk, dinamika serta evolusi galaksi kita.

Narasumber:
1. Premana W. Premadi, Ph.D.
2. Muhammad Yusuf, S.Si.

Narasumber:
1. Ferry M. Simatupang, M.Si
2. Muhammad Yusuf, S.Si.
3. Andreas Christian Louk, M.Sc
4. Zulkarnain

Narasumber:
1. Dr. rer. nat. Hesti Retno T. Wulandari
2. Muhammad Yusuf, S.Si.
3. Zulkarnain

Episode 04 - Mengenal Gugus Bintang
Episode 05 - Jejak Kehidupan di Alam Semesta
Episode 06 - Fotometri Bintang Variabel

Penelitian terbaru tentang proses kelahiran bintang menunjukkan bahwa hampir semua bintang dilahirkan berpasangan dalam awan molekuler. $\ldots$ Walaupun begitu, beberapa bintang (termasuk Matahari kita) mengalami gangguan yang menyebabkan bintang tersebut terpisah dari pasangannya beberapa waktu setelah lahir, sehingga terbentuklah bintang tunggal. Pasangan yang terbentuk saat proses kelahiran bintang tidak hanya terdiri atas satu atau dua bintang, namun bisa berjumlah ratusan dan bahkan ribuan. Anggota kelompok bintang ini tentunya memiliki properti yang serupa satu sama lain karena lahir bersamaan pada dari awan molekuler yang sama. Oleh karena itu, kelompok bintang ini dapat digunakan untuk mempelajari banyak hal, misalnya terkait lingkungan tempat pembentukan, karakteristik anggota, maupun digunakan sebagai alat untuk memetakan objek dengan skala yang lebih besar (galaksi).

Seiring berkembangnya ilmu pengetahuan, keingintahuan manusia tentang dirinya sendiri menjadi semakin besar. Bersamaan dengan itu, berbagai misi antariksa telah berhasil mengorbit $\ldots$atau mendarat di planet lain lalu mempelajarinya secara mendetail. Sejauh ini, belum ditemukan adanya makhluk hidup yang mirip dengan manusia. Hal ini memunculkan berbagai pertanyaan: apakah jenis kehidupan yang kita kenal di Bumi adalah satu-satunya di alam semesta? Apakah ada kehidupan yang lebih maju dibandingkan kehidupan yang ada di Bumi? Untuk menjawab pertanyaan itu, terlebih dulu harus diputuskan dari mana kita mulai mencari. Dengan berbekal pengetahuan tentang kehidupan yang kita kenal di Bumi, astronom menentukan hal apa yang paling esensial bagi keberadaan kehidupan, beberapa di antaranya adalah keberadaan rantai karbon sebagai basis dari DNA dan air dalam bentuk cair. Pencarian dilakukan di berbagai tempat; dari planet lain di Tata Surya, asteroid, satelit planet, hingga sistem keplanetan di luar Tata Surya (eksoplanet). Walaupun penelitian ini tentunya akan memakan waktu yang lama, hasil yang didapatkan kemungkinan besar akan sangat berpengaruh bagi cara manusia memandang dirinya sendiri dan alam semesta

Setelah pengamatan ratusan hingga ribuan tahun, hal yang tidak terlewatkan oleh mata para pemerhati langit adalah berkerlap-kerlipnya bintang di malam hari. Menariknya, $\ldots$benda-benda yang cenderung lebih dekat terhadap kita tidak mengalami hal yang sama. Pada umumnya, kerlap-kerlip bintang tidaklah signifikan. Tetapi, ada kala juga ketika masyarakat di peradaban masa kuno menemukan adanya bintang yang kerlap-kerlipnya jauh melebihi yang biasa mereka lihat. Bahkan, mereka yakin apa yang mereka amati adalah bintang baru yang semula tidak ada di sana. Perubahan kecerlangan bintang sudah sejak lama menarik keingintahuan manusia. Di era modern, dengan teknologi yang lebih canggih, kita saat ini paham bahwa, selain dari efek atmosfer, ada juga bintang yang memang berubah kecerlangannya. Bintang-bintang tersebut, yang sekarang dinamakan sebagai bintang variabel, juga bervariasi jenisnya bergantung pada apa yang menyebabkan perubahan mereka. Variabilitas kecerlangan tersebut menjadi jendela informasi astronom untuk melihat dan memprediksi riwayat hidup bintang. Terlepas dari peran bintang variabel dalam pemahaman alam semesta, bintang dan langit tidak berhenti menghubungkan manusia dari berbagai latar belakang. Pengamatan bintang variabel pun merangkul dan memberikan kesempatan astronom amatir untuk ikut berkontribusi dalam mengembangkan ilmu astronomi

Narasumber:
1. Dr. Chatief Kunjaya
2. Agus Triono P. J., M.Si
3. Zulkarnain

Narasumber:
1. Prof. Dr. Taufiq Hidayat, DEA
2. Agus Triono P. J., M.Si
3. Zulkarnain

Narasumber:
1. Evan Irawan Akbar, M.Si
2. Muhammad Yusuf, S.Si

Materi PVLM 2021

Episode Pembicara Judul Daftar Pertanyaan
01 Premana W. Premadi, Ph.D Kabar Terkini Astronomi Unduh Lihat
02 Ferry M. Simatupang, M.Si Gerhana Bulan Total 26 Mei 2021 Unduh Lihat
03 Dr. rer. nat. Hesti Retno T. Wulandari Galaksi Bima Sakti dari Masa ke Masa Unduh Lihat
04 Dr. Chatief Kunjaya Mengenal Gugus Bintang Lihat
05 Prof. Dr. Taufiq Hidayat, DEA Jejak Kehidupan di Alam Semesta Unduh Lihat
06 Evan Irawan Akbar, M.Si Fotometri Bintang Variabel Unduh Lihat

Arsip PVLM 2020