Wisma Kerkhoven

Wisma Kerkhoven adalah fasilitas baru di Observatorium Bosscha yang diresmikan penggunaannya oleh Menristek Dr. Kusmayanto Kadiman didampingi Rektor ITB pada tanggal 15 Desember 2007. Gedung ini dulunya adalah kediaman resmi direktur Observatorium Bosscha. Dalam sejarahnya, peletakan pertama pembangunan gedung ini dilakukan tanggal 14 Mei 1926 oleh Prof. Dr. Anton Pannekoek, seorang astronom besar Belanda, yang waktu itu sedang menjadi tamu peneliti di Observatorium Bosscha. Nama Kerkhoven yang diberikan pada gedung ini adalah untuk mengenang salah seorang pendiri Observatorium Bosscha, yaitu R. A. Kerkhoven, yang berjasa sangat besar bagi kelangsungan Observatorium Bosscha. Gedung ini dipugar mulai pertengahan tahun 2007 dengan pengawasan arsitek dari SAPPK-ITB, yaitu Dr. Woerjantari Soedarsono, Dr. Wijaya Martokusumo, dan Ir. Widiyani, MT. Pemugaran gedung ini tetap menjaga keaslian bangunan, dan hanya terdapat sedikit modifikasi untuk mendukung fungsi gedung. Dengan demikian, sejak awal tahun 2008, gedung ini merupakan suatu perwujudan dari Faculty House, yang memiliki fungsi dan sarana sebagai berikut:

  • Sarana ruang seminar dan lokakarya
  • Sarana ruang rapat
  • Tempat penerimaan tamu VIP
  • Tempat acara bernuansa pendidikan dan kebudayaan
  • Museum
  • Guest House VIP

Semenjak diresmikan akhir tahun 2007 tersebut, gedung ini telah menjadi host dari berbagai kegiatan di Observatorium Bosscha.


Ruang Seminar dan Lokakarya

Sebagai ruang seminar dan lokakarya, ruang rapat utama dapat menampung 40 orang, dan sebagai ruang rapat dapat menampung sekitar 30 orang.  Observatorium Bosscha banyak dikunjungi oleh tamu-tamu penting baik dari dalam dan luar negeri, misalnya menteri-menteri, gubernur, para guru besar, dan sebagainya. Lounge Observatorium Bosscha biasanya digunakan sebagai tempat pertemuan, sedangkan untuk berdiskusi menggunakan Ruang Rapat Utama. Tamu-tamu penting dapat menginap di guest house yang menyediakan dua kamar utama dan satu kamar tambahan.


 Museum

Observatorium Bosscha telah berusia lebih dari 90 tahun. Selama itu, observatorium ini telah mengalami perjalanan sejarah yang panjang. Penggunaan peralatan misalnya, telah berevolusi dari sistem mekanik menjadi sistem elektronik, dan media data juga telah berubah dari mode analog menjadi dijital. Karena itu, banyak benda-benda, yang sekarang dikatakan “tua” namun sangat berarti sekaligus memberikan rekaman sejarah perjalanan Observatorium Bosscha. Ruang museum di Wisma Kerkhoven ditujukan untuk menyimpan benda-benda tua yang penting tersebut, mulai dari peralatan, dokumen, serta teropong. Namun begitu, penataan dan inventarisasi benda-benda museum belum sepenuhnya selesai. Museum ini masih bersifat terbatas dan belum dibuka untuk umum, kecuali pada acara-acara tertentu. Sebagian koleksi Museum di Wisma Kerkhoven ditunjukkan pada foto-foto di bawah ini:

Teleskop Secretan, sebagai contoh, adalah teleskop yang berusia sangat tua, dibuat oleh pabrik Secretan, Prancis, tahun 1884. Teleskop ini adalah sumbangan dari seorang donatur asal Padang tahun 1920-an, ketika mendengar bahwa di Lembang sedang dibangun sebuah observatorium. Teleskop ini sebelumnya berada di gedung yang sekarang menampung teleskop Goto. Ketika teleskop Goto diinstalasi tahun 1989, teleskop Secretan masuk dalam masa purnabakti dan disimpan di Bengkel Observatorium Bosscha. Dengan adanya museum ini, Teleskop Secretan dibersihkan kembali dan menjadi salah satu barang koleksi museum yang sangat berharga.