Instrumen Penelitian

Teleskop Refraktor Ganda Zeiss


Nama Teleskop Zeiss
Diameter lensa 0,6 m (ganda)
Panjang Fokus 1080 cm (atau 10,8 m)
Fokus Rasio f/18
Skala bayangan 18,4”/mm

Teleskop ganda Zeiss 0,6 m ini berada pada satu-satunya gedung kubah di Observatorium Bosscha yang telah menjadi landmark Bandung utara selama lebih dari 85 tahun. Bangunan teleskop ini dirancang oleh arsitek Bandung ternama, yaitu K.C.P. Wolf Schoemacher , yang juga guru Presiden Soekarno. Teleskop dan gedung kubah ini merupakan sumbangan dari K.A.R. Bosscha yang secara resmi diserahkan kepada Perhimpunan Astronomi Hindia-Belanda pada bulan Juni 1928. Kubah gedung memiliki bobot 56 ton dengan diameter 14,5 m dan terbuat dari baja setebal 2 mm. Saat ini, teleskop Ganda Zeiss ini merupakan teleskop terbesar dan tertua di Observatorium Bosscha.

Tahun 2008, teleskop ini genap berusia 80 tahun. Sampai sejauh ini, teleskop ini masih berfungsi dengan baik berkat perawatan yang konsisten. Sistem detektor fotografi pernah digunakan di teleskop ini sampai dengan tahun 1980-an. Sejak awal 1990-an, teknologi detektor dijital (menggunakan CCD astronomi) mulai digunakan di Observatorium Bosscha, untuk meningkatkan tingkat sensitivitas pengamatan. Selain itu, instrumentasi teleskop juga terus dimodernisasi. Teleskop ini merupakan jenis refraktor (menggunakan lensa) dan terdiri dari 2 teleskop utama dan 1 teleskop pencari (finder). Diameter teleskop utama adalah 0,6 m dengan panjang fokus hampir 11 m, dan teleskop pencari berdiameter 0,4 m. Medan pandang teleskop pencari adalah 1,5 derajat atau sekitar 3 kali diameter citra bulan purnama. Medan pandang langit yang luas ini memudahkan untuk mengidentifikasi bintang yang hendak diamati, dibandingkan dengan citra bintang di langit melalui peta bintang. Teleskop ini dapat mengamati bintang-bintang yang jauh lebih lemah, kurang lebih 100000 kali lebih lemah dari bintang yang dapat dilihat oleh mata telanjang. Instrumen utama ini telah digunakan untuk berbagai penelitian astronomi, antara lain untuk pengamatan astrometri, yaitu untuk memperoleh informasi posisi benda langit secara akurat dalam orde sepersepuluh detik busur, khususnya untuk memperoleh orbit bintang ganda visual. Hingga saat ini terdapat koleksi sekitar 10000 data pengamatan bintang ganda visual yang diperoleh dengan menggunakan teleskop ini. Selain itu, teleskop ini juga digunakan untuk pengamatan gerak diri bintang dalam gugus bintang. Teleskop ini juga digunakan untuk pengukuran paralak bintang guna penentuan jarak bintang. Pencitraan dengan CCD juga digunakan untuk mengamati komet dan planet-planet, misalnya Mars, Jupiter, dan Saturnus. Dengan menggunakan spektrograf BCS (Bosscha Compact Spectrograph), teleskop ini secara kontinu melakukan pengamatan spektrum bintang Be.

Bosscha Robotic Telescope (BRT)


Tipe Teleskop Corrected Dall – Kirkham
Tabung Utama Planewave CDK 14
Diameter 14 inci (0,36 m)
Panjang Fokus 2592 mm
Rasio fokal f/7,2
Detektor Kamera CCD FLI PL 11002

Teleskop ini merupakan teleskop paling baru di Observatorium Bosscha. Mengusung desain Astograph CDK (Corrected Dall-Kirkham), teleskop ini mampu menghasilkan citra datar yang melingkupi area sebesar 70 mm yang terbebas dari kesalahan astigmatisma dan off-axis. Dengan desain “truss” berbahan serat karbon teleskop ini hanya memiliki bobot kurang dari 30 kg. Teleskop ini telah dilengkapi dengan sistem fokus dan sistem pengatur temperatur otomatis. Dilengkapi dengan mounting kelas profesional Astophysics 1600GTO teleskop ini mampu melakukan gerak dan menentukan posisi dengan akurasi yang sangat tinggi.

Secara umum teleskop ini digunakan untuk penelitian, survei, dan deteksi planet di bintang lain. Selain itu juga acap kali digunakan untuk penelitian asteroid berjarak dekat dengan bumi. Studi lain yang juga menggunakan teleskop ini adalah penelitian dan pengamatan berkala bintang variabel.

Teleskop yang terpasang di gedung surya ini dapat berjalan sepenuhnya secara otomatis dan beradaptasi terhadap kondisi langit dan lingkungan. Teleskop robot ini juga sepenuhnya dapat dikendalikan dari jarak jauh dengan menggunakan hubungan internet.

Teleskop STEVia


Teleskop Utama Teleskop Pemandu
Tipe Teleskop Reflektor Schmidt – Cassegrain Refraktor
Diameter 279 mm (0,279 m) 66 mm
Panjang fokus 1760 mm 388 mm
Rasio fokal f/6,3 f/5,8
Detektor Kamera CCD SBIG ST – 8 XME Kamera CMOS ZWO ASI 120MM
Filter BVRI (Pita Sempit) dan LRGB (Pita Lebar) -
Luas Medan Pandang 26,8 x 17,9 menit busur 43 x 32,3 menit busur

Teleskop STEVia (Survey Telescope for Exoplanet and Variable star) adalah sistem teleskop baru di Observatorium Bosscha yang dibangun pada tahun 2013. STEVia menempati bangunan yang sebelumnya dihuni oleh teleskop Unitron. Teleskop ini menggunakan sistem kendali terkomputerisasi dan dapat dikendalikan dari jarak jauh dengan jaringan internet.

STEVia merupakan tipe teleskop reflektor Schmidt-Cassegrain dengan diameter cermin utama 27,9 cm (0,279 m) dan panjang fokus 1,76 meter. STEVia dilengkapi dengan teleskop (guider) yang berfungsi untuk menjaga kestabilan gerakan teleskop utama sehingga mampu mengikuti objek langit dalam waktu lama.

Tugas utama STEVia adalah melakukan pengamatan survei pada gugus bintang terbuka untuk mencari eksoplanet dan bintang variabel baru. STEVia juga digunakan dalam pengamatan objek dan peristiwa langit yang berlangsung singkat, seperti supernova dan okultasi bintang

Teleskop GAO-ITB RTS


Tipe Teleskop Reflektor Schmidt - Cassegrain
Diameter 279 mm (0,279 m)
Panjang fokus 2790 mm
Detektor SBIG ST - 8 XME
Spektrograf NEO - R1000

Reflektor GAO-ITB RTS (dengan RTS = Remote Telescope System) merupakan teleskop generasi baru di Observatorium Bosscha yang dipasang tahun 2005 dan sepenuhnya digerakkan dengan kontrol komputer. Awalnya, teleskop yang dipasang berjenis Schmidt-Cassegrain bermerek Celestron dengan diameter cermin 8 inchi (sekitar 0,2 m). Teleskop ini berada dalam ruangan dengan atap geser.

Menilik namanya, teleskop ini merupakan hasil kerjasama antara ITB dengan Gunma Astronomical Observatory (GAO), Jepang, dan telah beberapa kali digunakan sebagai teleskop remote, yaitu pengamatan dari dua tempat jauh (Lembang-Gunma). Teleskop ini dapat digerakkan dari Jepang, dan hasilnya disaksikan secara langsung oleh pengamat di Jepang, yang sebagian besar adalah pengunjung umum atau siswa dan guru. Demikian pula sebaliknya, teleskop di Gunma digerakkan dari Bosscha dan hasilnya disaksikan di Lembang, atau di kampus ITB, didukung oleh fasilitas teleconference.

Mulai tahun 2015, sistem GAO-ITB RTS diperbarui dengan diameter teleskop yang lebih besar (~0,28 m) dan penggantian mounting teleskop, dari Takahashi Temma EM200 menjadi Losmandy G11. Selain itu, teleskop ini dilengkapi dengan spektrograf hasil kerjasama ITB dan Kyoto Sangyo University, Jepang, yang digunakan untuk pengamatan spektroskopi garis emisi komet dan supernova.

Teleskop Surya


Teleskop Surya atau Teleskop Matahari ini merupakan set teleskop dijital, yang terdiri dari 3 buah telekop Coronado dengan 3 filter yang berbeda, serta sebuah teleskop proyeksi citra Matahari yang sepenuhnya dibuat sendiri. Fasilitas ini dapat terealisasi berkat sumbangan dari Kementerian Pendidikan, Sains, dan Kebudayaan, Negeri Belanda, Leids Kerkhoven-Bosscha Fonds, Departemen Pendidikan Nasional, serta Kementerian Negara Riset dan Teknologi. Fasilitas baru ini dapat digunakan untuk penelitian, pendidikan, maupun untuk pengabdian kepada masyarakat. Dari sisi layanan publik, fasilitas ini akan menjadi bagian penting dari pendidikan informal yang dapat diberikan oleh Observatorium Bosscha kepada publik. Semua ini merupakan wujud dari upaya Observatorium Bosscha memodernisasi dirinya sambil tetap menjaga sejarahnya. Fasilitas teleskop surya ini berdiri pada lahan bekas teleskop transit yang sudah tidak digunakan lagi, dan pernah digunakan sebagai titik pengamatan topografi. Bekas titik tersebut masih dipertahankan di dalam interior gedung teleskop. Gedung ini dirancang oleh Dr. Wijaya Martokusumo dari SAPPK-ITB.

Berbagai komponen teleskop dibuat sendiri kecuali teleskop Coronado yang merupakan teleskop didesain khusus untuk keperluan pengamatan Matahari. Fasilitas ini terdiri dari dua buah sistem teleskop, yang pertama merupakan teleskop dijital bekerja pada 3 panjang gelombang, yaitu H-alpha, Kalsium II, dan cahaya putih yang ditujukan untuk mengamati bintik matahari. Teleskop kedua adalah sebuah coleostat yang ditujukan untuk membuat proyeksi citra dan spektrum matahari secara analog. Dengan demikian keduanya dapat berfungsi sebagai teleskop tayang-langsung (real-time), dan dapat dilihat melalui jaringan internet. Dengan sistem ini, fasilitas ini dapat berfungsi sebagai kolektor data ilmiah maupun sebagai sarana pendidikan publik yang cukup efektif. Variasi kenampakan matahari dapat dimonitor dan publik diharapkan dapat mengesani fenomena cuaca antariksa.

Fasilitas teleskop Surya ini juga dilengkapi dengan poster-poster berisi informasi tentang matahari serta perangkat lunak World Wide Telescope yang disumbangkan oleh Microsoft Indonesia kepada Observatorium Bosscha.

Teleskop Portable


Dari namanya, teleskop-teleskop ini didisain untuk pemakaian yang mobile atau berpindah-pindah. Diameter dari teleskopnya berkisar dari 66 mm sampai 200 mm atau 0,2 m. Teleskop-teleskop ini sering digunakan untuk kegiatan praktikum mahasiswa Astronomi, kerja praktik, maupun kegiatan layanan publik, terutama untuk malam umum. Untuk pemakaian semi-permanen, tersedia dua monopod yang bisa digunakan.

Teleskop Bamberg


Status: tidak aktif

Teleskop Bamberg termasuk jenis teleskop refraktor yang ada di Observatorium Bosscha, dengan diameter lensa 0,37 m dan panjang fokus 7 m. Teleskop ini berada pada sebuah gedung beratap setengah silinder dengan atap geser yang dapat bergerak maju-mundur untuk membuka atau menutup. Karena bentuk bangunannya, jangkauan teleskop ini hanya terbatas untuk pengamatan benda langit dengan jarak zenit 60$^\circ$, atau untuk benda langit yang lebih tinggi dari 30$^\circ$ dan azimuth dalam sektor Timur-Selatan-Barat. Untuk obyek langit yang berada di langit utara atau azimuth sektor Timur-Utara-Barat praktis tak dapat dijangkau oleh teleskop ini. Teleskop ini selesai dipasang awal tahun 1929 dan digerakkan dengan sistem bandul gravitasi, yang secara otomatis mengatur kecepatan teleskop bergerak ke arah barat mengikuti bintang yang ada di medan teleskop sesuai dengan kecepatan rotasi bumi. Teleskop ini juga telah dilengkapi dengan detektor modern berupa kamera CCD.

Teleskop Bamberg digunakan untuk pengamatan kurva cahaya bintang-bintang variabel, serta fotometri gerhana bintang, misalnya pengamatan kurva cahaya bintang ganda $\delta$ Capricorni. Teleskop ini juga digunakan untuk pengamatan matahari dan permukaan bulan. Teleskop Bamberg juga sering digunakan untuk pendidikan publik, misalnya pada Malam Umum. Pengunjung biasanya disuguhi kawah bulan, bintang ganda visual, gugus bintang, planet-planet, dan benda langit lainnya secara langsung melalui okuler teleskop.

Teleskop GOTO


Status: tidak aktif

Teleskop Schmidt Bimasakti


Status: tidak aktif

Teleskop Radio Hidrogen 6 m


Status: tidak aktif

Teleskop Radio 2,3 m


Status: tidak aktif

Teleskop Radio JOVE


Status: tidak aktif