Crash Course on Python for Scientific Computing

Crash Course on Python for Scientific Computing

Dunia Astronomi saat ini semakin berkembang dengan adanya fasilitas-fasilitas baru di seluruh dunia. Produk dari fasilitas-fasilitas ini adalah data, sehingga terjadi peningkatan data, baik secara kuantitas maupun ukuran. Hal ini menjadikan Astronomi sebagai salah satu ilmu dasar yang punya komitmen meleburkan berbagai disiplin ilmu, salah satunya adalah komputasi. Bahasa pemrograman sudah menjadi sesuatu yang wajib ada, digunakan, dan dikenalkan sejak dini ke komunitas Astronomi.

Observatorium Bosscha, sebagai salah satu institusi penelitian Astronomi di Indonesia, memulai langkah kecil dengan mengadakan pelatihan singkat (crash course) Python kepada staf peneliti, dosen, dan mahasiswa. Pelatihan ini bertujuan sebagai pengenalan Python dan aplikasinya pada pengolahan data astronomi. Karakteristik Python sebagai bahasa yang mudah digunakan, kuat, dan serbaguna menjadikan Python sebagai pilihan yang bagus untuk mengajarkan bahasa pemrograman. Selain itu, proyek-proyek besar Astronomi seperti TESS, Kepler, LSST, TMT menjadikan Python sebagai bahasa yang paling banyak digunakan. Pelatihan singkat ini dilaksanakan selama 4 hari, yaitu tanggal 19, 20 Januari 2019 serta 26, 27 Januari 2019, diikuti oleh mahasiswa, staf dosen prodi Astronomi ITB, dan Observatorium Bosscha, dan bahkan ada peserta dari luar keilmuan Astronomi. Selama pelatihan berlangsung, kepala observatorium Bosscha, Dr. Premana W. Premadi, juga turut hadir dan berinteraksi dengan peserta yang lain.

Peserta dikenalkan dengan dasar-dasar Python, Numpy, manajemen data dengan Pandas, visualisasi dengan Matplotlib, serta menyelesaikan kasus dalam Astronomi secara spesifik dengan Astropy. Interaksi antar peserta maupun peserta dengan instruktur terjalin dengan apik, dan diskusipun menjadi hidup.

Acara pelatihan ditutup dengan bincang ringan dan diskusi, termasuk rencana-rencana lanjutan setelah pelatihan, dilanjutkan foto bersama. Semoga bekal selama pelatihan ini bisa berguna bagi para peserta, khususnya dalam peran mereka menganalisis data Astronomi. Sampai bertemu pada pelatihan-pelatihan selanjutnya. Happy coding!

Avatar
Observatorium Bosscha
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Terkait

Selanjutnya
Sebelumnya