Bosscha Observatory - Institut Teknologi Bandung


Pengamatan hilal Syawal 1434 H
logo ITB

PRESS RELEASE

Observatorium Bosscha 
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Institut Teknologi Bandung 
 
 


Tentang:

Pengamatan Hilal 1 Syawal 1434 H


Hilal

Karena peredarannya mengelilingi Bumi, ada kalanya Bulan berada di antara Bumi dan Matahari. Saat itu terjadi, menurut kita di Bumi, Bulan terletak di dekat Matahari, dan yang menghadap ke kita adalah bagian yang tak bercahaya (bagian malam Bulan). Saat itu disebut dengan bulan mati atau bulan baru. (Secara astronomis, bulan baru didefinisikan sebagai saat bujur ekliptika Bulan sama dengan bujur ekliptika Matahari. Dengan kata lain yang sering dipakai, saat itu disebut sebagai saat konjungsi Bulan.)

Tak lama setelah terjadinya konjungsi, bulan bergeser semakin ke timur relatif terhadap Matahari. Jika dilihat dari Bumi, Bulan mulai tampak sebagai sabit tipis, yang muncul sesaat setelah Matahari terbenam. Hilal adalah bulan sabit paling tipis yang bisa dilihat mata setelah bulan baru (lihat contoh dalam Gambar 1).

hilal Sya'ban 1433 H
Gambar 1. Hilal Sya'ban 1433 H diamati di Pantai Pondok Bali, Subang, Jawa Barat tanggal 20 Juni 2012 jam 18.05.58 wib. Usia Bulan 19 jam 21 menit (dihitung sejak bulan baru) dengan beda ketinggian Bulan 9,5o dari Matahari dan iluminasi 0,7%. Foto oleh Dr. Dhani Herdiwijaya dengan alat bantu teleskop berdiameter 8 cm (f/6.8), tele-extender 2x, kamera Nikon D90. Waktu bukaan 3 detik dan ISO-400, 300dpi.

Rencana Pengamatan Hilal
Bulan baru (konjungsi) terjadi pada tanggal 7 Agustus 2013 jam 4:51 WIB. Oleh karena itu pengamatan hilal akan dilakukan pada tanggal 7 Agustus 2013 jam 17.00 waktu setempat hingga bulan terbenam. Tim dari Observatorium Bosscha akan disebar di lokasi berikut,
  1. Observatorium Bosscha, Lembang, Jawa Barat
  2. Bukit Kemiling Permai, Bandar Lampung, Lampung
  3. Bangkalan, Madura, Jawa Timur
  4. Kupang, Nusa Tenggara Timur
  5. Atap Mall GTC, Jl. Metro Tanjung Bunga, Makassar, Sulawesi Selatan
  6. Taman LOANG BALOQ Tanjung Karang, Ampenan Mataram, NTB
bergabung dengan (satu atau beberapa) tim dari LAPAN, BMKG, Kementerian Agama, UPI Bandung, Universitas Lampung, UIN SUSKA, UNRAM, UNHAS, RHI Yogyakarta, CASA-Assalam dan Kudus Astronomi Club, dan lain-lain.

Kegiatan pengamatan ini merupakan program bersama yang dikoordinasi oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika dan didukung oleh PT. Telkom.

Tayangan online pengamatan hilal
Pengamatan akan ditayangkan secara online melalui web streaming di halaman http://bosscha.itb.ac.id/hilal/m/streaming dan http://hilal.kominfo.go.id. Tujuan dari penayangan ini adalah untuk mengajak masyarakat menyaksikan hilal bersama-sama dan menunjukkan penggunaan alat bantu (teleskop) dalam pengamatan hilal.
 
Posisi Bulan pada Tanggal 7 Agustus 2013
Tanggal 7 Agustus 2013, ketinggian bulan sekitar 4o di atas cakrawala pada saat Matahari terbenam di Observatorium Bosscha. Bulan akan terbenam 18 menit setelah Matahari terbenam. Probabilitas melihat hilal dengan mata telanjang kecil, namun memungkinkan bila menggunakan alat bantu.

Tabel 1. Data astronomis untuk pengamat hilal di Observatorium Bosscha (6o 49’  30” LS & 107o 36’ 59” BT). Perhitungan dilakukan secara toposentris (diasumsikan pengamat berada di permukaan tanah, di ketinggian 1310 m dari permukaan laut).


Data    Tanggal 7 Agustus 2013
Matahari terbenam    jam 17:56 WIB
Bulan terbenam    jam 18:14 WIB
Parameter di bawah ini dihitung saat matahari terbenam   
   * Usia bulan     14 jam 34 menit 
   * Tinggi bulan      4o 13' 02"
   * Beda azimuth Bulan dan Matahari     -5o 58' 59"
   * Jarak sudut (elongasi) Bulan-Matahari       7o 19' 08"
   * Posisi Bulan relatif terhadap Matahari           Di sebelah kiri atas matahari


Awal Syawal 1434 H
Hasil pengamatan yang didapat oleh Observatorium Bosscha dan lembaga/institusi lain akan dilaporkan (oleh yang berwenang, dari pihak Kementerian Agama setempat) ke sidang itsbat di Jakarta untuk menentukan awal Syawal 1434 Hijriah. 



Observatorium Bosscha tidak pernah membuat pernyataan tentang kepastian kapan bulan Syawal dimulai. Sebagai institusi penelitian astronomi, Observatorium Bosscha hanya merilis data astronomi, berikut peluang dapat/tidaknya hilal terlihat. Selanjutnya, Observatorium Bosscha menyerahkan keputusan penentuan awal bulan Syawal kepada pemerintah melalui Kementerian Agama.



Lembang, 5 Agustus 2013