Bosscha Observatory - Institut Teknologi Bandung


Pengamatan bulan sabit muda 27 Juli 2014
logo ITB

PRESS RELEASE

Observatorium Bosscha 
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Institut Teknologi Bandung 
 
 


Tentang:

Pengamatan Bulan Sabit Muda 27 Juli 2014


Karena peredarannya mengelilingi bumi dan matahari, bagian bulan yang terkena cahaya matahari senantiasa berubah. Saat bulan memiliki bujur ekliptika yang sama dengan matahari, akan terjadi konjungsi/ijtima’ yang ditandai dengan “menghilangnya” bulan jika dilihat dari bumi. Tak lama setelah konjungsi ini, bulan bergeser dan sebagian kecil dari bulan mulai terkena sinar matahari. Pada saat itu, dari bumi akan terlihat sabit bulan yang sangat tipis. Sabit bulan ini yang diamati oleh staf Observatorium Bosscha setiap bulannya dan ditayangkan secara langsung (live streaming) via web http://bosscha.itb.ac.id/hilal atau http://hilal.kominfo.go.id.

Konjungsi/ijtima’ bulan ini terjadi pada tanggal 27 Juli 2014 jam 05.42 WIB. Sehingga pengamatan bulan sabit muda dilakukan pada tanggal 27 Juli 2014 sejak pagi hingga bulan terbenam. Pengamatan ini bertujuan untuk mendapatkan data (gambar) sabit bulan yang nantinya dapat digunakan untuk menghitung visibilitas sabit bulan di Indonesia.

Tanggal 27 Juli 2014, ketinggian bulan di Indonesia berkisar antara  2o hingga  5o di atas cakrawala pada saat matahari terbenam. Karena matahari terbenam lebih cepat di Indonesia bagian timur, maka semakin ke timur posisi bulan akan semakin rendah (semakin sulit terlihat).

Kesuksesan pengamatan ini sangat bergantung pada cuaca dan kondisi atmosfer. Karenanya, Observatorium Bosscha akan melakukan pengamatan di lokasi yang diperkirakan memiliki cakupan awan dan uap air sedikit serta peluang cerah tinggi. Lokasi tersebut adalah,

  1. Observatorium Bosscha, Lembang, Jabar
  2. Pantai Gebang, Bangkalan, Madura, Jatim
  3. Atap mall GTC, Makassar, Sulsel
  4. Waingapu, Sumba Timur, NTT
  5. Seberang  rumah jabatan Bupati Kupang, NTT

Alat yang digunakan untuk pengamatan adalah teleskop refraktor berdiameter minimal 6,6 cm dengan f-ratio 6. Teleskop ini dipadukan dengan kamera video yang sensitif atau kamera DSLR guna menghasilkan medan pandang yang optimal untuk pengamatan bulan. Untuk menaikkan peluang mendeteksi bulan, digunakan sebuah penapis cahaya (filter) di pita I yang masih berada dalam rentang deteksi mata manusia. Dengan filter ini, cahaya langit latar belakang yang berwarna biru akan ditahan sedangkan cahaya kemerahan dari bulan akan diteruskan ke kamera. Namun karena sabit bulan seringkali begitu tipis, perlu dilakukan pengolahan gambar yang dihasilkan dengan cara stacking atau menggabungkan gambar agar bulan tampak lebih jelas dan kontrasnya lebih tinggi sehingga masyarakat tidak kesulitan mengenali sabit bulan pada gambar yang ditayangkan online.

Kegiatan pengamatan ini dikoordinasi oleh Kemenkominfo, bekerja sama dengan Observatorium Bosscha ITB, LAPAN, BMKG, UPI, UNILA, UIN SUSKA, UNRAM, Rukyatul Hilal Indonesia, Ponpes Assalaam, Telkom dan Kementerian Agama.

Citra bulan sabit muda tanggal 28 Juni 2014. Gambar diambil oleh tim yang bertugas di Kolaka, Sultra pada pukul 18.21 WITA. 
Elongasi bulan pada saat pengamatan sebesar 12o

Data sabit bulan untuk pengamat di Observatorium Bosscha

Sedangkan data astronomis untuk pengamat di Observatorium Bosscha, Lembang, Bandung, Jabar  (lintang 6o 49’  30” LS, 107o 36’ 59” BT, tinggi 1310 m dari permukaan laut) pada tanggal 27 Juli 2014 saat matahari terbenam adalah sebagai berikut:




Awal Syawal 1435 H

Hasil pengamatan yang didapat oleh Observatorium Bosscha dan lembaga/institusi lain akan dilaporkan (oleh yang berwenang, dari pihak Kementerian Agama setempat) ke sidang itsbat di Jakarta untuk menentukan awal Syawal 1435 Hijriah.
Observatorium Bosscha tidak pernah membuat pernyataan tentang kepastian kapan bulan Syawal dimulai. Sebagai institusi penelitian astronomi, Observatorium Bosscha hanya merilis data astronomi, berikut peluang dapat/tidaknya hilal terlihat. Selanjutnya, Observatorium Bosscha menyerahkan keputusan penentuan awal bulan Syawal kepada pemerintah melalui Kementerian Agama.



Lembang, 23 Juli 2014