Bosscha Observatory - Institut Teknologi Bandung


Stellar Occultation by Pluto and Hydra
Stellar Occultations by Pluto and Hydra Observable from Bosscha Observatory June 27, 2011

PHOT team Leader : Dr. Leslie A. Young1,
Scientists visiting Bosscha Observatory, Indonesia : Dr. M. Bullock1, Dr. J. Stansberry2
Host scientists at Bosscha Observatory, Indonesia : Dr. Hakim L. Malasan, M.Irfan, M.Sc.3

1 Southwest Research Institute, Colorado, USA
2 Steward Observatory, Arizona, USA
3 Bosscha Observatory, FMIPA, ITB, West Java, Indonesia

Official website :
http://wiki.boulder.swri.edu/mediawiki/index.php/2011-06-23+27_Pluto+Charon+Hydra_occultation

Supporters: NASA Planetary Astronomy; The New Horizons mission to Pluto, National Geographic; and Southwest Research Institute.

Pluto, sepertihalnya Bumi, memiliki atmosfer yang mengandung nitrogen. Akan tetapi Pluto amatlah dingin sehingga nitrogen disana berwujud es beku pada permukaann dan gas. Sejalan dengan proses penghangatan dan pendinginan es Nitrogren di Pluto, atmosfer akan mengembang atau membeku di permukaan. Kami telah mengamati kegandaan atmosfer Pluto ini sejak 1988. Dengan menjauhnya Pluto dari matahari, atmosfer ini akan menghilang kembali. Kapankah atmosfer ini akan mulai runtuh? Jawaban ini akan memberitahukan kepada kita bagaimana interaksi permukaan dan atmosfer Pluto dan planet-planet yang terselimuti nitrogen lainnya di tepi tata surya kita.

Satu-satunya cara untuk mengukur perubahan tekanan Pluto adalah dengan okultasi bintang. Okultasi bintang artinya sebuah benda bergerak diantara pengamat dan bintang yang jauh (“gerhana bintang”)

Kami merencanakan untuk mengamati okultasi bintang oleh Pluto dan dua satelit alamnya (Charon dan Hydra) dari 15 lokasi di sepanjang samudra Pasifik pada bulan Juni 2011. Peristiwa okultasi samahalnya dengan peristiwa gerhana matahari, artinya hanya dari dapat diamati dari tempattempat tertentu saja. Peristiwa okultasi bintang oleh Pluto sebelumnya membawa kami menjelajahi Chile, USA, Meksiko, Australia, Selandia Baru, Namibia, Afrika Selatan, Kepulauan Reunian dan Eropa untuk mengamatinya. Kami menggunakan teleskop portable yang dikirim ke lokasi-lokasi pengamatan, memanfaatkan teleskop besar dan modern bahkan juga teleskop-teleskop di lokasilokasi turistik, dan teleskop-teleskop bersejarah yang dibangun di awal 1900-an.

Pada tanggal 23 dan 27 Juni 2001, Pluto dan kedua satelit alamnya akan mengokultasi bintang-bintang terang dan ini dapat diamati dari berbagai daerah sepanjang samudera Pasifik. Atmosfer Pluto secara bertahap akan mendefokuskan cahaya bintang yang digerhanainya dengan laju perubahan terang yang bergantung pada tekanan dan temperatur atmosfer Pluto. Ini akan membawa kita untuk menjejaki bagaimana perubahan atmosfer Pluto akibat pergerakannya menjauhi matahari. Satelit alam Pluto, Charon dan Hydra, akan menutupi cahaya bintang secara penuh sehingga analisisnya akan memungkinkan kita mengetahui ukuran dan orbitnya.

Di Observatorium Bosscha, kami akan mengamati okultasi oleh Pluto (dan jika mungkin, Hydra) pada tanggal 27 Juni 2011. Observatorium Bosscha memiliki teleskop besar (refraktor ganda 60-cm Zeiss) dan berbagai teleskop menengah (reflektor GOTO 45-cm, reflector Celestron 25-cm, dll) yang akan dilengkapi kamera video CCD yang amat sensitif, PHOT (Portable High-speed Occultation telescope). Penelitian ini akan membantu kita memahami cuaca dan iklim di Pluto.




 
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Berikutnya > Akhir >>

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL